Sabtu, 24 Maret 2012

Tips Menghadapi Tomcat atau rove beetle atau Paederus fuscipes

Untuk kita yang belum pernah tahu tomcat tentunya akan merasa ngeri, tetapi jika anda sudah mengetahuinya tentu anda tidak akan merasa panik dan takut berlebihan. Tomcat atau rove beetle atau Paederus fuscipes merupakan sejenis kumbang yang memiliki racun didalam tubuhnya yang disebut paderin. Bentuknya seperti semut dan kalajengking namun memiliki sayap. Tomcat tidak menggigit tetapi cairan yang keluar dari tubuhnya itu yang bisa menyebabkan kulit memerah, gatal dan melepuh. Cairan tersebut tidak akan keluar jika tomcat tersebut tidak tergencet sesuatu yang menyebabkan tubuhnya pecah.

Sebenarnya tomcat ini sangat membantu petani, karena makanan tomcat adalah hama wereng yang menjadi musuh petani. Karena itulah tomcat sebaiknya jangan dibasmi, jika dibasmi tentunya akan muncul masalah baru, tetapi sebaiknya dikendalikan proses perkembangbiakannnya. Dan tidak hanya tomcat, tetapi serangga-serangga lainnya agar populasinya berimbang. "Indonesia tidak punya data dinamika populasi serangga. Sangat minim. Kalau di negara maju, mereka punya data jelas," kata Suputa saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/3/2012).

Metode pembasmian hama yang menggunakan obat-obat kimia saya rasa hanya memiliki efek sementara saja. Disini sebaiknya yang diperbaiki adalah sistem pertanian kita dan penelitian mengenai perkembangbiakan serangga yang ada dilingkungan pertanian.  Agar kejadian serangan tomcat, ulat bulu, hama wereng, tikus, dan belalang tidak terjadi lagi. Kita perlu pengendali ekosistem dan pemutus rantai makanan jika suatu daerah terserang serangga terebut.Jika kita menggunakan obat-obat kimia untuk membasminya, dan ternyata ada beberapa serangga yang mampu beradaptasi maka obat-obat yang kita pakai tadi tentunya tidak akan dapat membasmi mereka dikemudian hari. Mereka akan menjadi kebal, dan menjadi masalah baru lagi. Nah...itulah yang menjadi tugas kita,  pakar-pakar pertanian dan pemerintah.

Kembali ke TOMCAT

Tips Menghadapi Tomcat :
  1. Jika anda menjumpai serangga ini sebaiknya jangan menepuknya dan bersentuhan langsung.
  2. Jika serangga tomcat menempel dianggota tubuh anda, jangan menepuknya, tetapi tiuplah hingga pergi atau diambil menggunakan kertas atau benda lain yang tidak membuat pecah tubuh tomcat.
  3. Jika terlanjur terkena racun tomcat, segera cuci dengan air dan sabun. sebaiknya dengan air yang mengalir. Air dan sabun dapat menghilangkan racun hampir sebagian besar dari racun tersebut sehingga tidak menimbulkan efek yang lebih parah
  4. Jangan digosok karena akan menyebabkan racun cepat menyebar. Setelah 12 - 36 jam kulit yang terkena racun paderin akan mati dan akan muncul gelembung nanah.
  5. Untuk luka ringan akibat racun paderin bisa menggunakan salep jenis steroid yang bisa didapatkan di apotik dan mereknya bermacam-macam.
  6. Kalau sudah menjadi bisul oleskan salep yang mengandung antibiotik, tetapi oleskan sedikit saja.
  7. Jika anda mendapati tubuh tomcat mati tergencet dilantai, segera cuci lantai anda hingga bersih menggunaka pembersih lantai.
Demikian sedikit tips yang saya kumpulkan dari beberapa sumber : jpn.com vivanews.com kompas.com

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...